Cegah Gangguan Pendengaran Sejak Dini

Cegah Gangguan Pendengaran Sejak Dini

Tips Mencegah Terjadinya Gangguan Pendengaran

Ada berbagai macam kebisingan yang terdapat di sekitar kita. Mulai dari kebisingan dari suara kendaraan bermotor, pengeras musik, mesin pemotong rumput hingga suara alat pengeboran. Sudah saatnya Anda menyadari tentang pentingnya melindungi pendengaran. Hal ini menjadi sangat penting sebab beberapa suara dengan tingkat frekuensi tinggi dapat merusak pendengaran Anda dan menyebabkan gangguan pendengaran. Salah satu contoh suara yang dapat merusak pendengaran Anda adalah suara konser musik rock atau suara ledakan kembang api.

Namun, suara ledakan yang keras tidak menjadi masalah utama terjadinya gangguan pendengaran. Bahkan, sepanjang waktu, suara yang nampaknya tidak berbahaya seperti halnya suara mesin yang terus menerus dari pendingin udara atau AC maupun kulkas bisa menyebabkan terjadinya kerusakan pendengaran yang perlahan.

Selain itu, bekerja di lingkungan yang terpapar suara keras juga dapat menyebabkan gangguan pendengaran dan hal ini akan menjadi semakin parah jika waktu kerjanya terlalu lama. Menurut penelitian tahun 2015 dari World Health Organization (WHO) disebutkan bahwa anak muda dengan rentang usia 12 – 35 tahun akan mengalami gangguan pendengaran jika terus menerus mendengarkan musik dengan volume suara yang tinggi.

“Sebelumnya, gangguan pendengaran biasa disebabkan karena usia yang bertambah tua, namun kini masalah itu telah berkembang menjadi lebih besar”. Menurut Paul Dhybala, Ph.D yang merupakan ahli pendengaran serta pimpinan kesehatan pendengaran. Untuk mengatasi masalah gangguan pendengaran, Anda dapat menerapkan beberapa tips berikut ini;

Ketahui Risiko Penyebab Gangguan Pendengaran

Suara diukur dengan satuan decibel (dB). Akan tetapi, setiap individu memiliki perbedaan yang beragam atas frekuensi tersebut. Namun pihak National Institute for Occupational Safety and Health menyarankan agar paparan suara keras di tempat kerja berkisar di bawah 85 dB selama kurang lebih 8 jam dengan tempat kerja yang resmi membatasi sampai 90 dB.
Seperti yang dilaporkan oleh ahli keamanan dan laporan masyarakat bahwa paparan sumber suara yang berlangsung lama dengan tingkat suara 70 dB tidaklah terlalu berbahaya bagi pendengaran.
Bahkan, para ahli sepakat jika suara yang berasal dari musik rock atau bioskop yang frekuensinya melebihi 100 dB dapat menyebabkan terjadinya gangguan pendengaran meskipun hanya terdengar sekali saja.

Baca Juga  Kebutuhan Anak Tunarungu Di Sekolah

Hindari Semua Suara Yang Keras

Jika Anda terjebak dalam situasi sekitar yang dipenuhi dengan suara keras, Anda bisa melindungi telinga dengan menggunakan penyumbat telinga. Penyumbat telinga yang sangat murah dan tidak terlalu canggih ini dapat membantu menjaga pendengaran Anda

Penggunaan Headphone

Sebanyak 1/5 anak muda diperkirakan memiliki masalah pada pendengaran karena penggunaan headphone yang sangat sering dalam berbagai aktivitas. Oleh sebab itu, untuk menghindari adanya dampak negatif ini, akan sangat disarankan agar mendengarkan musik maupun mp3 dengan aturan tingkat suara 60/60. Hal ini berarti, Anda disarankan untuk mendengarkan suara musik tidak lebih dari 60 dB dengan rentang waktu kurang dari 60 menit per hari.

Pastikan Telinga Anda Bersih

Permasalahan gangguan pendengaran bisa saja disebabkan oleh adanya penumpukan kotoran telinga. Hal ini seperti yang disebutkan oleh James C. Denneny yang menyatakan bahwa penggunaan penyumbat telinga bisa menyebabkan sirkulasi udara tidak lancar yang dapat menimbulkan terbentuknya kotoran telinga.
Untuk itu, pastikan Anda membersihkan telinga dengan hati-hati. Sangat disarankan untuk menemui dokter ahli pendengaran untuk membersihkan kotoran telinga yang menumpuk.