Cara Penanganan Gangguan Cholesteatoma

Cara Penanganan Gangguan Cholesteatoma

Salah satu gangguan kesehatan pendengaran yang sering diderita masyarakat adalah cholesteatoma. Gangguan cholesteatoma ini tergolong berbahaya jika tidak diatasi dengan benar karena bisa menyebabkan gangguan pendengaran yang serius bahkan bisa sampai tuli permanen. Gangguan ini bisa menyerang siapa saja, tidak peduli anak-anak maupun orang  dewasa. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai cholesteatoma, anda bisa membaca ulasan lengkap berikut ini.

Apa Itu Cholesteatoma?

Cholesteatoma adalah gangguan pendengaran yang disebabkan tumbuhnya kulit secara abnormal di telinga bagian tengah, tepatnya di belakang gendang telinga. Cholesteatoma ini berbentuk seperti kista atau kantung yang menumpahkan kulit di ruang telinga tengah. Kulit tersebut dapat terus tumbuh dan menghancurkan tiga tulang kecil telinga bagian dalam (ossicles).

Penyebab Terjadinya Cholesteatoma

Adapun penyebab utama atas cholesteatoma ini adalah disfungsi tabung eustachius yang sudah berlangsung lama atau bisa juga terjadi karena infeksi di telinga tengah. Saat tabung eustachius tidak berfungsi dengan baik, maka tekanan di belakang gendang telinga akan menyebabkan gendang telinga tertarik dan menimbulkan kantung dibalik gendang telinga. Saat kulit mati terus menumpuk pada kantung tersebut maka terjadilah cholesteatoma. Beberapa kasus juga menyebutkan bahwa cholesteatoma ini terjadi sejak lahir, namun kasus ini cukup langka. Seseorang yang memiliki riwayat otitis media kronis atau disfungsi tabung eustachi memiliki resiko yang lebih besar terhadap cholesteatoma ini.

Gejala yang Timbul Ketika Menderita Cholesteatoma

Adapun gejala yang paling terasa dan patut untuk diwaspadai adalah terjadi gangguan pendengaran di telinga yang terkena cholesteatoma, terjadi tinnitus di telinga yang terkena, merasa pusing, discharge dari telinga dengan atau tanpa bau, tekanan atau kepenuhan di telinga. Dalam kasus yang sudah parah, gejala yang ditimbulkan bisa berupa kelumpuhan pada bagian wajah tertentu.

Baca Juga  Menurunnya Fungsi Pendengaran

Diagnosa Untuk Cholesteatoma

Gangguan ini bisa didiagnosa dengan otolaringologi setelah dilakukan evaluasi medis pada telinga pasien. Biasanya evaluasi pendengaran yang komprehensif akan dilakukan oleh audiologist untuk mempermudah diagnosis. Ct scan juga bisa membantu untuk proses diagnosis cholesteatoma ini.
Cholesteatoma sering menyebabkan gangguan pendengaran yang konduktif pada telinga yang terkena. Mengenai tingkat keparahannya bisa ditentukan dari seberapa besar cholesteatoma yang telah tumbuh di telinga tersebut yang menyebabkan kerusakan pada tulang telinga tengah.

Bagaimana Cara Penanganan Penderita Cholesteatoma?

Pengobatan cholesteatoma bisa dilakukan dengan pembersihan telinga menggunakan antibiotik. Sangat penting menjaga kondisi telinga agar tetap kering terutama jika terjadi perforasi pada gendang telinga. Dalam hal ini pasien bisa diminta menggunakan penyumbat telinga untuk menghindari masuknya air ke telinga.
Pembedahan juga bisa dilakukan jika ukuran cholesteatoma sudah cukup besar sehingga tidak memungkinkan untuk dilakukan pengobatan dengan cara lain. Tujuan operasi tersebut adalah untuk menghilangkan cholesteatoma dari dalam telinga agar tidak merusak tulang dan tidak menyebabkan gangguan pendengaran yang lebih parah.

Apakah Cholesteatoma Bisa Menyebabkan Gangguan yang Permanen?

Cholesteatoma bisa mudah disembuhkan namun juga beresiko menyebabkan gangguan pendengaran permanen. Hal ini dikarenakan ketika ukuran cholesteatoma sudah sangat besar hingga merusak bagian dalam telinga maka pengobatan sudah sangat sulit dilakukan. Hal terburuk adalah ketika sudah terjadi infeksi hingga ke batang otak sehingga bisa menyebabkan kematian.

Jadi, ketika anda sudah merasakan beberapa gejala seperti yang telah disebutkan di atas maka segera lakukan pemeriksaan ke dokter untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Semakin cepat penanganan maka hasilnya akan semakin baik, begitu juga sebaliknya.

14 Juni 2019