Berbagai Tes Pendengaran Anak

Pemeriksaan atau tes pendengaran anak terdiri dari berbagai jenis yang bisa digunakan untuk mengukur tingkat kemampuan mendengar pada anak. Masing-masing pemeriksaan menggunakan cara yang berbeda-beda untuk mengukur kemampuan pendengaran anak. Ahli pendengaran akan menentukan pemeriksaan mana yang akan digunakan berdasarkan usia dan tahap perkembangan anak.

Pemeriksaan Pendengaran / Tes Pendengaran Untuk Anak Bayi Baru Lahir

Untuk mengidentifikasi gangguan pendengaran pada bayi, biasanya akan dilakukan pemeriksaan pendengaran atau hearing screening. Pemeriksaan ini biasanya dilakukan di minggu pertama setelah kelahiran si bayi. Pemeriksaan bisa dilakukan dirumah atau di klinik dan wajib ditemani oleh si ibu. Terkadang pemeriksaan ini akan dilakukan berulang untuk mendapatkan hasil yang lebih detail dan lebih akurat sehingga bisa menggambarkan kondisi indera pendengaran anak.
Anda bisa meminta hasil pemeriksaan pendengaran anak Anda kepada audiologis. Anda juga bisa menyimpannya dalam bentuk file yang kemudian bisa dijadikan referensi bagi Anda ketika akan melakukan pemeriksaan kesehatan anak ke dokter nantinya.
Pemeriksaan pendengaran anak biasanya terdiri dari :
Berbagai Tes Pendengaran Anak

  1. Otoacoustic emissions (OAE).
  2. Automated auditory brainstem response (AABR).
  3. Visual response audiometry (VRA).
  4. Pure tone audiometry.
  5. Bone-conduction.
  6. Speech discrimination tests.
  7. Tympanometry.

Adapun hasil setelah melakukan tes pemeriksaan pendengaran anak ini disebut Audiogram. Audiogram merupakan sebuah grafik tertulis yang akan menggambarkan keadaan indera pendengaran anak Anda.

Daftar Pertanyaan Untuk Ahli Pendengaran Anak Anda

Sebagai orangtua, sangatlah penting untuk memahami hal seputar pemeriksaan pendengaran   Anda. Berikut adalah daftar pertanyaan yang dapat Anda tanyakan kepada ahli pendengaran anak Anda;

  1. Bisakah saya memiliki hasil pemeriksaan pendengaran anak saya beserta laporan terbarunya?
  2. Apa saja pemeriksaan yang sudah dilakukan? Apakah perlu dilakukan pemeriksaan tambahan lainnya?
  3. Gangguan pendengaran tipe apa yang dialami oleh anak saya? Apakah tipe sensorineural, konduktif atau campuran? Tolong jelaskan dengan detail.
  4. Akankah anak saya memerlukan pemeriksaan dari tenaga profesional lain? Seperti pemeriksaan ke dokter mata atau ahli genetika?
  5. Berbagai Tes Pendengaran AnakApakah keluarga kami disarankan untuk melakukan konsultasi genetika?
  6. Perlukah anak saya menjalani pemeriksaan lainnya? Seperti CT Scan, MRI, pemeriksaan darah, pemeriksaan urin, pemeriksaan mata? Apakah semua pemeriksaan itu akan menggambarkan dengan jelas mengenai kondisi gangguan pendengaran yang dialami anak saya?
  7. Dapatkah gangguan pendengaran yang dialami anak saya disembuhkan?
  8. Faktor apa saja yang mungkin menyebabkan anak saya mengalami gangguan pendengaran?
  9. Haruskah kami sekeluarga juga menjalani pemeriksaan pendengaran?
  10. Pilihan apa saja yang disediakan untuk anak saya? Apakah harus memakai alat bantu dengar atau melakukan implan koklea?
  11. Akankah penggunaan alat bantu dengar membantu anak saya untuk mendengar?
  12. Kapan anak saya harus menggunakan alat bantu dengar?
  13. Apakah gangguan pendengaran akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak saya?
  14. Akankah anak saya bisa mendengarkan saya?
  15. Berapa besar kemungkinan anak saya bisa kembali mendengar dengan normal?
Baca Juga  Tes Pendengaran ABR Untuk Anak

Pertanyaan-pertanyaan ini harus Anda tanyakan untuk menjawab semua kekhawatiran yang mungkin Anda alami terutama sebagai orangtua ketika melihat kondisi anak yang mungkin memiliki kekurangan dalam kemampuan mendengarnya.

Leave a Reply